Langsung ke konten utama

Traditional vs Online Encyclopedia

 Traditional vs Online Encyclopedia



The article tells us about how traditional encyclopedia is more superior than online communal encyclopedia. The author stated several problems that online encyclopedia faced and the lecturer countered those arguments. Here’s the summary of that debate.


First, the author stated that online encyclopedia lacks credibility because it doesn’t say anything about its content writers’s background. Everybody can contribute to that encyclopedia. Meanwhile at traditional encyclopedia, only professionals do that job. But the lecturer argued that every encyclopedia never has been 100% accurate, even if the writers are professionals. Besides, online encyclopedia credibility can be improved with easier correction that the traditional one lacks.


Second, online encyclopedia is more prone to be hijacked because of its openness. It wouldn’t happen in a traditional one because it has its publisher team. But, the improvement can be applied in online encyclopedia if its articles are in read-only formats. Analogous to the publisher team in traditional encyclopedia, the online one can also has special editor teams that are recruited by democratic or justified means.


Third, online encyclopedia often tells too much about popular topics and trivial details, while the traditional one is more balanced and holistic. But it is the fact that online encyclopedia is democratic because it represents what the people are interested in.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perspektif Lain Mengenai Pendirian Negara Islam Indonesia

Perspektif Lain Mengenai Pendirian Negara Islam Indonesia Mohamad Fikri Aulya Nor Sumber: wikimedia Selama ini, kita mengenal gerakan DI/TII yang mendirikan Negara Islam Indonesia (NII) sebagai gerakan pemberontakan atau bughat yang mengancam kedaulatan Republik Indonesia (RI). Mereka melancarkan aksinya di berbagai tempat, seperti Jawa Barat, Aceh, dan Sulawesi Selatan.  Namun, usaha pemerintah RI untuk memadamkan “pemberontakan” ini sering mengalami kebuntuan. Mengapa mereka begitu sulit dikalahkan dan justru mendapat simpati dari banyak masyarakat? Simak uraian singkat berikut. Api telah tersulut dalam sekam, jauh sebelum perlawanan ini meletus. Sejak Indonesia merdeka, para pendiri bangsa dibayangi oleh masalah serius mengenai arah bangsa ini: apakah dituntun oleh nasionalisme-sekuler ataukah Islam?  Umat Islam menginginkan bangsa ini dikelola berlandaskan prinsip-prinsip Al Qur’an dan Sunnah. Hal ini setidaknya dilandasi oleh tiga alasan yang rasional: (1) watak Islam yan...

Teknik Pengamatan Astronomis Terbaik untuk Rukyat yang Lebih Baik

Teknik Pengamatan Astronomis Terbaik untuk Rukyat yang Lebih Baik Ilustrasi Sumber gambar: https://storage.nu.or.id/storage/post/16_9/big/1495090214591d4426ada4f.jpg Mohamad Fikri Aulya Nor, Astronomi ITB LEMBANG, 7 Maret 2019 – Tim Peneliti Hilal dari Observatorium Bosscha membuat kekaguman berbagai pihak saat mempresentasikan hasil penelitiannya pada acara Sarasehan Pengamatan Hilal Rajab 1440 H dan Sosialisasi “Dark Sky Preservation” pada hari Kamis lalu (7/3/2019). Pasalnya, mereka menorehkan catatan rekor, yakni menjadi orang kedua di dunia yang berhasil mengamati Bulan saat “berusia” nol jam. Selain itu, mereka juga berhasil memotret hilal dengan konjungsi di bawah 6 derajat (3,29 derajat) dan memotret hilal dengan ketinggian hampir nol derajat. Bandingkan dengan kriteria ketinggian 2 derajat yang digunakan oleh NU atau kriteria Wujudul Hilal Muhammadiyah yang juga menggunakan ketinggian yang serupa! Mereka berhasil melakukannya dengan teknik pengamatan astrono...