Langsung ke konten utama

Daftar Isi

Blog ini mengandung berbagai topik sains, khususnya astronomi, agama, dan lainnya

ASTRONOMI
Big Bang, Penciptaan, dan Kemenangan Tuhan
Bosan? Coba Tafakur Langit dan Bumi di Tengah Pandemi Ini!
Bintang Tsuroyya dan Berakhirnya Wabah Corona
Sudah Selesaikah Kita dengan Kehidupan di “Gurun Beku” Itu?
Materi Pengantar Kosmologi
Mengenal Supermoon yang akan Muncul Pertengahan Ramadhan Nanti
Benarkah 15 Ramadhan Nanti Asteroid Menabrak Bumi?
Teknik Pengamatan Astronomis Terbaik untuk Rukyat yang Lebih Baik
Anda Bosan? Coba Tafakur Langit dan Bumi di Tengah Pandemi Ini!
Rekor Pengamatan Hilal Terbaik untuk Revolusi Rukyatul Hilal

AGAMA
Big Bang, Penciptaan, dan Kemenangan Tuhan
Bosan? Coba Tafakur Langit dan Bumi di Tengah Pandemi Ini!
Bintang Tsuroyya dan Berakhirnya Wabah Corona
Mengenal Supermoon yang akan Muncul Pertengahan Ramadhan Nanti
Benarkah 15 Ramadhan Nanti Asteroid Menabrak Bumi?
Memahami Bahaya Eksponensial Sebuah Wabah
Teknik Pengamatan Astronomis Terbaik untuk Rukyat yang Lebih Baik
Anda Bosan? Coba Tafakur Langit dan Bumi di Tengah Pandemi Ini!
Rekor Pengamatan Hilal Terbaik untuk Revolusi Rukyatul Hilal

COVID-19
Memahami Bahaya Eksponensial Sebuah Wabah
Anda Bosan? Coba Tafakur Langit dan Bumi di Tengah Pandemi Ini!

MATEMATIKA
Memahami Bahaya Eksponensial Sebuah Wabah

MATERI
Materi Pengantar Kosmologi

SAINS ALAM / ILMU PENGETAHUAN ALAM

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teknik Pengamatan Astronomis Terbaik untuk Rukyat yang Lebih Baik

Teknik Pengamatan Astronomis Terbaik untuk Rukyat yang Lebih Baik Ilustrasi Sumber gambar: https://storage.nu.or.id/storage/post/16_9/big/1495090214591d4426ada4f.jpg Mohamad Fikri Aulya Nor, Astronomi ITB LEMBANG, 7 Maret 2019 – Tim Peneliti Hilal dari Observatorium Bosscha membuat kekaguman berbagai pihak saat mempresentasikan hasil penelitiannya pada acara Sarasehan Pengamatan Hilal Rajab 1440 H dan Sosialisasi “Dark Sky Preservation” pada hari Kamis lalu (7/3/2019). Pasalnya, mereka menorehkan catatan rekor, yakni menjadi orang kedua di dunia yang berhasil mengamati Bulan saat “berusia” nol jam. Selain itu, mereka juga berhasil memotret hilal dengan konjungsi di bawah 6 derajat (3,29 derajat) dan memotret hilal dengan ketinggian hampir nol derajat. Bandingkan dengan kriteria ketinggian 2 derajat yang digunakan oleh NU atau kriteria Wujudul Hilal Muhammadiyah yang juga menggunakan ketinggian yang serupa! Mereka berhasil melakukannya dengan teknik pengamatan astrono...

Bintang Tsuroyya dan Berakhirnya Wabah Corona

Bintang Tsuroyya dan Berakhirnya Wabah Corona Mohamad Fikri Aulya Nor, Astronomi ITB Wabah virus Covid-19 atau Corona membuat banyak orang di seluruh dunia kesulitan sehingga mereka ingin segera tahu kapan hal ini bisa berakhir. Banyak orang mencoba membuat prediksi, dari permodelan matematis oleh para ilmuwan sampai tafsir berdasarkan teks agama. Sebenarnya bukan masalah orang-orang mempercayai prediksi yang mana. Yang menjadi masalah adalah mengaitkan antara kepercayaan dan ilmu pengetahuan, baik itu pengetahuan agama maupun pengetahuan alam, dengan cara yang keliru. Jika hal ini terus dibiarkan, efeknya bukan hanya kegagalan dalam mengantisipasi Corona, melainkan juga rusaknya cara berpikir masyarakat yang tidak dapat memisahkan kepercayaan, yang bersifat ambigu dan subjektif, dari ilmu, yang bersifat metodologis dan objektif. Contohnya adalah prediksi berakhirnya wabah Corona yang akhir-akhir ini banyak muncul berdasarkan beberapa hadits Nabi Muhammad SAW. Banyak v...

Big Bang, Penciptaan, dan Kemenangan Tuhan

Big Bang, Penciptaan, dan Kemenangan Tuhan Mohamad Fikri Aulya Nor, Astronomi ITB Tahukah kalian apa itu Big Bang ? Big Bang adalah teori awal alam semesta yang menyatakan bahwa alam semesta ini bermula dari suatu titik yang tak hingga kecilnya, kemudian mengembang menjadi sebesar ini. Sejarah munculnya teori ini mengandung kisah dramatis tentang pencarian jawaban atas pertanyaan filosofis mengenai alam semesta, konflik laten bagi kaum agamawan, yang diakhiri dengan kemenangan Tuhan. Kita awali kisah ini dengan sebuah kesalahan persepsi yang populer. Banyak orang menyebut Big Bang sebagai “ledakan besar” dalam arti yang sebenarnya. Padahal nama “Big Bang” hanyalah ledekan dari Fred Hoyle, ilmuwan yang mendukung teori pesaing Big Bang, yakni teori Steady State  atau Keadaan Tunak. Dahulu para ahli kosmologi berdebat panjang mengenai alam semesta. Salah satunya, apakah alam semesta ini mempunyai awal atau sejak dulu memang seperti ini alias abadi? Hal ini memicu ...