Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label astronomi

Objek Antarbintang Ketiga 31/ATLAS, Mungkinkah Relik Alien?

Citra 3I/ATLAS yang dipotret melalui NIRSpec (Near-Infrared Spectrograph) dari James Webb Telescope (sumber: NASA) Profesor Harvard ini 60% yakin bahwa objek dari luar tata surya ini produk teknologi alien! Penemuan objek antarbintang terbaru, 3I/ATLAS, merupakan “berita besar” di kalangan astronom karena ini kali ketiga objek yang terkonfirmasi berasal dari luar tata surya dideteksi, setelah 1I/’Oumuamua dan 2I/Borisov. Objek ini ditemukan pada 1 Juli 2025 oleh survei ATLAS (Asteroid Terrestrial-impact Last Alert System) di Chile. Dengan lintasan dan kecepatan yang ekstrem (eksentrisitas ~6,1; perihelion 1,36 SA, inklinasi 175°, dan kecepatan ekses 58 km/detik), hampir bisa dipastikan bahwa objek ini berasal dari luar tata surya kita, alias dari sistem bintang lain. Properti 1I/ʻOumuamua 2I/Borisov 3I/ATLAS Ditemukan 2017 2019 2025 q ~0,255 AU ~2,01 AU ~1,36 AU e ~1,20 ~3,36 ~6,1 v∞ ~26,3 km/s ~32 km/s ~58 km/s Aktivitas komet Tidak terlihat Jela...

‘Oumuamua: Tamu Misterius yang Datang dari Ruang Antarbintang

  ‘Oumuamua: Tamu Misterius yang Datang dari Ruang Antarbintang Mohamad Fikri Aulya Nor, 10317007 Gambar  1 Ilustrasi 1I/'Oumuamua. Sumber: JPL-NASA Tahukah kamu mengenai ‘Oumuamua? Dia adalah “tamu kecil” dari daerah langit yang sangat jauh, membawa “pesan” mengejutkan bagi umat manusia. Selain bentuknya yang unik, ternyata dia berasal dari luar sistem keplanetan Matahari. Dia juga merupakan benda yang pertama kali diketahui datang dari sana. Benda ini sangat misterius, sampai-sampai ada yang berpikir bahwa sebenarnya ini adalah pesawat luar angkasa milik alien yang sedang menyelidiki Bumi. Kini, setelah tiga tahun sejak penemuan ‘Oumuamua, apa saja yang sudah diketahui tentang dirinya? Asteroid atau komet? ‘Oumuamua ditemukan oleh Robert Weryk menggunakan teleskop Pan-STARR di Observatorium Haleakala, Hawai pada tanggal 19 Oktober 2017. Sebelum mendapat nama permanennya, benda ini diberi nama sementara C/2017 U1, nama untuk komet nonperiodik yang dilaporkan di Minor Planet E...

Arti dan Asal Nama 12 Bulan Hijriah yang Perlu Kamu Tahu [Bagian 2]

Arti dan Asal Nama 12 Bulan Hijriah yang Perlu Kamu Tahu [Bagian 2] Mohamad Fikri Aulya Nor, Astronomi ITB Di bagian sebelumnya, kita sudah mengenal beberapa nama bulan Hijriah, bukan? Banyak di antara bulan-bulan tersebut berkaitan dengan musim atau kepercayaan masyarakat Arab masa pra-Islam. Begitu pula dengan sisa bulan yang akan kita bahas kini. Tetapi yang spesial adalah terdapat satu-satunya bulan yang namanya disebutkan dalam Alquran karena berbagai keistimewaanya. Berikut pembahasannya. Rajab Arti kata Rajab (رَجَب) adalah mulia atau dihormati. Bulan ini termasuk sebagai bulan haram yang disebutkan Rasulullah dalam salah satu haditsnya, " Sesungguhnya zaman ini telah berjalan (berputar), sebagaimana perjalanan awalnya ketika Allah menciptakan langit dan bumi, yang mana satu tahun ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram, tiga bulan yang (letaknya) berurutan, yaitu Zulkaidah, Zulhijah, dan Muharam. Kemudian Rajab yang berada di antara Jumadil (-akhir) dan Sya...

Arti dan Asal Nama 12 Bulan Hijriah yang Perlu Kamu Tahu [Bagian 1]

Arti dan Asal Nama 12 Bulan Hijriah yang Perlu Kamu Tahu [Bagian 1] Mohamad Fikri Aulya Nor, Astronomi ITB Sudah hafal nama-nama bulan Hijriah? Tentu sebagai muslim, kita harus tahu, dong! Allah menetapkan bahwa bilangan bulan terdapat 12, sesuai QS at-Taubah (9) ayat 36. Setidaknya, kita perlu tahu nama ke-12 bulan Hijriah yang digunakan umat Islam beserta urutannya, yaitu Muharam, Safar, Rabiulawal, Rabiulakhir, Jumadilawal, Jumadilakhir, Rajab, Syakban, Ramadan, Syawal, Zulkaidah, dan Zulhijah. Untuk panjang harinya, kita boleh untuk tidak terlalu pusing memikirkannya karena ada perbedaan antara kalender ‘urfi dan kalender hakiki.  Tapi, tahukah kalian mengenai arti nama-nama bulan itu? Jika bulan-bulan Masehi yang kita kenal menggunakan nama-nama dewa dan kaisar Romawi, tentu saja berbeda bulan-bulan Hijriah. Berikut ulasannya. 1. Muharam Arti kata Muharam (ٱلْمُحَرَّم) adalah yang diharamkan. Biasanya disebut juga sebagai Syahrullah al-Haram karena merupakan bulan haram pertam...

Review Game Terragenesis: Simulasi Kolonisasi dan Terraforming oleh Empat Faksi

Review Game Terragenesis: Simulasi Kolonisasi dan Terraforming oleh Empat Faksi Di masa depan yang dekat, peradaban manusia begitu maju sehingga mampu untuk mengkolonisasi planet lain. Menggunakan kekuatan uang, politik, sains, dan teknologi, mereka bekerjasama untuk bisa mewujudkan hal tersebut. Namun, perbedaan tujuan dan pandangan ideologi membuat manusia terpecah menjadi empat faksi. Keempat faksi itu adalah Daughter of Gaia, UNSA (United Nations Space Administration), Horizon Corporation, dan Sons of Hephaestus. Mereka memiliki kelebihan, kekurangan, dan keistimewaaan masing-masing.  Gambar 1. Salah satu faksi dalam TerraGenesis, yakni Daughters of Gaia Faksi Daughter of Gaia bertujuan untuk membuat “dunia lain” atau berbagai planet dan bulan menjadi surga baru bagi kehidupan. Dengan kata lain, mereka ingin men-terraform segalanya; berbeda sekali dengan faksi Sons of Hephaestus. Faksi ini cenderung percaya bahwa manusia tidak memiliki hak untuk mengkontaminasi “dunia lain”. Me...

“Bulan Mini”, Satelit Alami Sekunder Bumi

“Bulan Mini”, Satelit Alami Sekunder Bumi Apa jadinya kalau Bumi kita mempunyai dua bulan? Sepertinya keren untuk difoto, tapi pasti akan mengubah banyak fenomena di Bumi. Mulai dari pasang surut air laut sampai kalender lunar (termasuk Hijriah), semuanya akan berbeda dengan sebelumnya. Nyatanya, pada awal 2020, astronom menemukan asteroid yang sempat menjadi satelit kedua Bumi, lho! Asteroid yang bernama 2020 CD3 ini ditemukan oleh astronom  T. A. Pruyne, K. W. Wierzchos, dan D. Rankin pada 15 Februari 2020 di Observatorium Mount Lemmon. Lalu, kenapa sekarang kita tidak melihat “bulan” baru itu di langit? Karena ukurannya sangat kecil, hanya berkisar 1 m, dan mempunyai magnitudo absolut sekitar 31,9. Pada saat ditemukan, magnitudo tampanya adalah sekitar 20. Padahal, bintang teredup yang bisa dilihat oleh mata adalah magnitudo sekitar 6 (semakin besar nilai magnitudo, semakin redup). Selain itu, tidak ada pengaruh berarti bagi kehidupan di Bumi karena gangguannya pasti sangat keci...