Langsung ke konten utama

Alam Semesta dalam 50, 100, dan N Tahun


Alam Semesta dalam 50, 100, dan N Tahun


Selama ini, kita sebagai astronom kebanyakan hanya MELIHAT MASA LALU!

Padahal, “mengetahui masa depan” juga penting bagi kita...

Misalnya,

  • Bagaimana kita nanti setelah lulus? Kapan kita nikah? 
  • Seperti apa dunia di mana anak kita akan lahir?
  • Bagaimana perkembangan dunia astronomi dan penjelajahan ruang angkasa? 
  • Apa saja bencana yang akan terjadi di masa depan? 
  • Apa yang akan terjadi di dunia ini?
  • Apa yang akan terjadi pada bumi, matahari, dan alam semesta setelah manusia mencapai peradaban tipe II?
Ini adalah materi kajian yang dibuat oleh M Fikri AN pada tahun 2019 (Sebelum Covid-19 meluas, sehingga belum disesuaikan dengan banyaknya perbedaan dengan kondisi real di 2020)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Traditional vs Online Encyclopedia

 Traditional vs Online Encyclopedia The article tells us about how traditional encyclopedia is more superior than online communal encyclopedia. The author stated several problems that online encyclopedia faced and the lecturer countered those arguments. Here’s the summary of that debate. First, the author stated that online encyclopedia lacks credibility because it doesn’t say anything about its content writers’s background. Everybody can contribute to that encyclopedia. Meanwhile at traditional encyclopedia, only professionals do that job. But the lecturer argued that every encyclopedia never has been 100% accurate, even if the writers are professionals. Besides, online encyclopedia credibility can be improved with easier correction that the traditional one lacks. Second, online encyclopedia is more prone to be hijacked because of its openness. It wouldn’t happen in a traditional one because it has its publisher team. But, the improvement can be applied in online encyclopedia if i...

Perspektif Lain Mengenai Pendirian Negara Islam Indonesia

Perspektif Lain Mengenai Pendirian Negara Islam Indonesia Mohamad Fikri Aulya Nor Sumber: wikimedia Selama ini, kita mengenal gerakan DI/TII yang mendirikan Negara Islam Indonesia (NII) sebagai gerakan pemberontakan atau bughat yang mengancam kedaulatan Republik Indonesia (RI). Mereka melancarkan aksinya di berbagai tempat, seperti Jawa Barat, Aceh, dan Sulawesi Selatan.  Namun, usaha pemerintah RI untuk memadamkan “pemberontakan” ini sering mengalami kebuntuan. Mengapa mereka begitu sulit dikalahkan dan justru mendapat simpati dari banyak masyarakat? Simak uraian singkat berikut. Api telah tersulut dalam sekam, jauh sebelum perlawanan ini meletus. Sejak Indonesia merdeka, para pendiri bangsa dibayangi oleh masalah serius mengenai arah bangsa ini: apakah dituntun oleh nasionalisme-sekuler ataukah Islam?  Umat Islam menginginkan bangsa ini dikelola berlandaskan prinsip-prinsip Al Qur’an dan Sunnah. Hal ini setidaknya dilandasi oleh tiga alasan yang rasional: (1) watak Islam yan...

“Bulan Mini”, Satelit Alami Sekunder Bumi

“Bulan Mini”, Satelit Alami Sekunder Bumi Apa jadinya kalau Bumi kita mempunyai dua bulan? Sepertinya keren untuk difoto, tapi pasti akan mengubah banyak fenomena di Bumi. Mulai dari pasang surut air laut sampai kalender lunar (termasuk Hijriah), semuanya akan berbeda dengan sebelumnya. Nyatanya, pada awal 2020, astronom menemukan asteroid yang sempat menjadi satelit kedua Bumi, lho! Asteroid yang bernama 2020 CD3 ini ditemukan oleh astronom  T. A. Pruyne, K. W. Wierzchos, dan D. Rankin pada 15 Februari 2020 di Observatorium Mount Lemmon. Lalu, kenapa sekarang kita tidak melihat “bulan” baru itu di langit? Karena ukurannya sangat kecil, hanya berkisar 1 m, dan mempunyai magnitudo absolut sekitar 31,9. Pada saat ditemukan, magnitudo tampanya adalah sekitar 20. Padahal, bintang teredup yang bisa dilihat oleh mata adalah magnitudo sekitar 6 (semakin besar nilai magnitudo, semakin redup). Selain itu, tidak ada pengaruh berarti bagi kehidupan di Bumi karena gangguannya pasti sangat keci...