Profesor Harvard ini 60% yakin bahwa objek dari luar tata surya ini produk teknologi alien!
Penemuan objek antarbintang terbaru, 3I/ATLAS, merupakan “berita besar” di kalangan astronom karena ini kali ketiga objek yang terkonfirmasi berasal dari luar tata surya dideteksi, setelah 1I/’Oumuamua dan 2I/Borisov. Objek ini ditemukan pada 1 Juli 2025 oleh survei ATLAS (Asteroid Terrestrial-impact Last Alert System) di Chile. Dengan lintasan dan kecepatan yang ekstrem (eksentrisitas ~6,1; perihelion 1,36 SA, inklinasi 175°, dan kecepatan ekses 58 km/detik), hampir bisa dipastikan bahwa objek ini berasal dari luar tata surya kita, alias dari sistem bintang lain.
| Properti | 1I/ʻOumuamua | 2I/Borisov | 3I/ATLAS |
|---|---|---|---|
| Ditemukan | 2017 | 2019 | 2025 |
| q | ~0,255 AU | ~2,01 AU | ~1,36 AU |
| e | ~1,20 | ~3,36 | ~6,1 |
| v∞ | ~26,3 km/s | ~32 km/s | ~58 km/s |
| Aktivitas komet | Tidak terlihat | Jelas | Jelas dan kuat |
| Skala nukleus | ~100-an m, sangat tidak pasti | ~1 km | radius efektif ~1,3 km* |
| Spektroskopi gas | Sangat terbatas | Baik | Sangat kaya |
| Isotop detail | Tidak | Tidak memadai | Ya |
| Ciri utama | Bentuk/rotasi + percepatan aneh | CO-rich comet | Kimia & isotop ekstrem |
Tabel 1. Perbandingan karakteristik objek antarbintang yang ditemukan sejauh ini.
Pada saat penemuan objek antarbintang pertama, seorang profesor astronomi Harvard, Avi Loeb, mengeluarkan pendapat yang mengejutkan. Pada artikel ilmiahnya yang berjudul Could Solar Radiation Pressure Explain ‘Oumuamua’s Peculiar Acceleration? tahun 2018, ia menyebutkan bahwa objek tersebut kemungkinan merupakan “wahana penjelajah”. Argumennya dibentuk dari keanehan perilaku orbit yang dipengaruhi oleh percepatan non-gravitasi yang sulit dijelaskan dengan data pengamatan saat itu. Loeb dan Bialy menunjukkan bahwa hal ini bisa saja dijelaskan apabila objek tersebut memiliki struktur yang sangat tipis menyerupai konsep lightsail. Benda tersebut mengalami percepatan tidak wajar karena “memanfaatkan” tekanan radiasi Matahari yang diduga menjadi sumber “tenaga penggerak” objek tersebut. Analoginya adalah seperti kapal zaman dahulu yang bisa mengarungi samudera karena memanfaatkan tekanan angin.
Meski bukti-bukti pengamatan dan pendapat kebanyakan ilmuwan lebih condong bahwa objek tersebut merupakan objek alami, tetapi pendapatnya justru semakin bulat menentangnya. Pada tahun 2021, ia menulis buku Extraterrestrial yang di dalamnya memuat analisis dan pendapatnya mengenai 1I/’Oumuamua yang kemungkinan besar merupakan relik dari peradaban nan jauh di sana.
Lalu bagaimana pendapatnya tentang objek 3I/ATLAS?
Loeb justru berpendapat lebih konservatif terhadap dua objek antarbintang yang ditemukan berikutnya, yakni 2I/Borisov dan 3I/ATLAS. Terhadap 2I/Borisov, bukti bahwa pergerakan objek ini tidak alami sangat rendah karena menunjukkan karakteristik inti dan ekor komet yang jelas. Selain itu, hasil dari spektroskopi atau analisis kandungan kimianya tidak memperlihatkan keanehan artifisial–hanya terdiri dari debu dan gas. Sebenarnya hal yang serupa juga diutarakan terhadap 3I/ATLAS yang karakteristiknya mirip komet. Hanya saja, ia masih memberikan nilai 6 dari 10 bahwa objek tersebut sebenarnya adalah “teknologi alien”.
Dengan inklinasi seperti itu, bidang orbitnya kebetulan hampir sejajar dengan bidang orbit planet-planet di Tata Surya. Seolah-olah, objek ini ingin “melihat lebih dekat” planet-planet di sini. Namun, yang paling menarik adalah komposisi kimianya. Ada dua hal yang perlu kita cermati. Pertama, dilihat dari isotop hidrogen dalam kandungan esnya, ternyata rasio D/H (Deuterium/Hydrogen)-nya sangat tinggi, mengindikasikan bahwa objek ini terbentuk di lingkungan yang sangat dingin (di bawah 30K). Kedua, dari isotop karbonnya yang mempunyai rasio 12C/13C yang jauh lebih tinggi daripada objek di Tata Surya. Miskinnya isotop karbon 13C pada objek ini menunjukkan bahwa objek ini terbentuk jauh lebih tua dibanding Tata Surya, yakni sekitar dua kali lebih tua.
Namun setelah data pengamatan pasca-perihelion objek tersebut diperoleh pada awal 2026, penilaian Loeb turun menjadi 3/10 karena perilaku yang sangat mirip dengan komet alami. Terutama karena tidak ditemukannya tanda-tanda teknologi seperti cahaya buatan yang dideteksi dari kurva cahayanya.
Saat ini, objek 3I/ATLAS telah mengitari Matahari dan bergerak menuju luar Tata Surya kembali. Akankah di masa depan kita menemukan objek antarbintang yang lebih menarik lagi? Atau bahkan berharap menemukan bukti-bukti peradaban di luar Bumi?
Referensi
- Bialy, S., & Loeb, A. (2018). Could Solar Radiation Pressure Explain ‘Oumuamua’s Peculiar Acceleration? The Astrophysical Journal Letters, 868(1), L1.
- Micheli, M., Farnocchia, D., Meech, K. J., et al. (2018). Non-gravitational Acceleration in the Trajectory of 1I/2017 U1 (‘Oumuamua). Nature, 559, 223–226.
- Meech, K. J., Weryk, R., Micheli, M., et al. (2017). A Brief Visit from a Red and Extremely Elongated Interstellar Asteroid. Nature, 552, 378–381.
- Guzik, P., Drahus, M., Rusek, K., et al. (2020). Initial Characterization of Interstellar Comet 2I/Borisov. Nature Astronomy, 4, 53–57.
- Bodewits, D., Noonan, J. W., Feldman, P. D., et al. (2020). The Carbon Monoxide-rich Interstellar Comet 2I/Borisov. Nature Astronomy, 4, 867–871.
- Seligman, D. Z., Micheli, M., Farnocchia, D., et al. (2025). Discovery and Preliminary Characterization of a Third Interstellar Object: 3I/ATLAS. The Astrophysical Journal Letters, 989(2), L36.
- Hui, M.-T., Jewitt, D., Mutchler, M. J., et al. (2026). Nucleus and Postperihelion Activity of Interstellar Object 3I/ATLAS Observed by Hubble Space Telescope.
- Cordiner, M. A., Roth, N. X., Micheli, M., et al. (2026). Isotopic Evidence for a Cold and Distant Origin of 3I/ATLAS. Nature, 655, 870–874.
- Opitom, C., et al. (2026). High Nitrogen and Carbon Isotopic Ratios in the Interstellar Comet 3I/ATLAS. Nature Astronomy.
- NASA. (2026). 3I/ATLAS: Facts and FAQs. NASA Science.
- Loeb, A. (2025). Today’s Q&A About 3I/ATLAS.
- Loeb, A. (2026). Q&A About 3I/ATLAS, a Week Before Its Closest Approach to Jupiter.
- Loeb, A. (2021). Extraterrestrial: The First Sign of Intelligent Life Beyond Earth. Houghton Mifflin Harcourt.
Komentar
Posting Komentar